Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

5 Langkah Optimalkan Twitter untuk Bisnis


Twitter sudah menjadi salah satu platform media sosial paling disukai dan memiliki ratusan juta pengguna di seluruh dunia. Bila kemudian Twitter dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis, tentu jadi hal lumrah dan potensial. Kekuatan 140 karakter tampaknya tidak bisa diremehkan. Sebelum Anda terjun lebih dalam, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat ingin mengandalkan Twitter untuk berbisnis:

1. Obyektif
Tak bisa dipungkiri, Twitter adalah alat untuk mencapai tujuan bisnis meskipun kedengarannya sederhana. Tanpa tujuan yang jelas, Twitter tidak ada gunanya. Jadi, sebelum Anda mendaftar sebuah account, tentukan lebih dulu tujuan bisnis dan kemudian sesuaikan profil perusahaan Anda.

2. Profile
Meski ada ungkapan “jangan lihat buku dari cover-nya”, tapi sebuah profil bisa menjadi daya tarik pertama bagi pelanggan. Buat profil yang mencerminkan perusahaan Anda. Pastikan untuk menyertakan lima elemen ini:

- Sertakan deskripsi profil yang jelas, langsung to the point
– Gambar background harus menunjukkan produk dan layanan
– Sertakan logo perusahaan sebagai gambar display
– Gunakan lokasi asli Anda
– Profil template harus menggunakan gambar berkualitas tinggi agar terkesan profesional.

3. Influencer
Temukan orang yang relevan dengan bisnis Anda dan kemudian rekrut mereka untuk menyebarkan berita, karena ini juga merupakan kunci keberhasilan Twitter. Influencer berperan menarik perhatian sehingga bisa membantu mendongkrak follower. Bisa berasal dari kalangan public figure atau selebtweet.

4. Jadilah Menarik
Pastikan Anda membuat konten menarik dan dibutuhkan follower di situs jejaring sosial ini, mulai dari memecahkan suatu masalah, mencari tahu kebutuhan follower dan memenuhi kebutuhan tersebut, hingga murah hati dengan retweet, sharing, dan favourite.

5. Tweet
Tidak masalah melakukan retweet informasi beberapa kali di Twitter. Pengguna tidak online sepanjang waktu dan feed bergerak sangat cepat. Karena konsisten mem-posting Tweet, kemungkinannya pengguna tidak bakal kelewat informasi apa pun. Anda bisa mengatur jadwal posting melalui aplikasi pengelolaan media sosial Bufferapp dan Hootsuite.

Fujitsu Temukan Teknologi Untuk Mendinginkan Suhu Smartphone



Setiap pengguna sudah pasti mengeluhkan smartphone dan tablet mereka yang cepat panas, akibat aktifitas browsing, bermain game ataupun menelpon. Hal tersebut memang dianggap normal oleh sebagian vendor, namun apakah ada solusi kedepan untuk mengatasinya.

Adalah sebuah perusahaan elektronik asal Jepang, Fujitsu yang telah memberikan solusi dengan mengembangkan sebuah pipa pendingin setipis 1 milimeter. Komponen ini diklaim yang digunakan oleh perangkat seperti sekecil ponsel atau tablet. Teknologi yang diperkenalkan pada ajang Semiconductor Thermal Measurement, Modeling and Management Symposium 31 (SEMI-THERM 31), di  San Jose, California ini dianggap sebagai jawaban untuk perangkat yang saat ini dianggap cepat panas pada saat penggunaan yang ekstrim.

Teknologi ini melibatkan sebuah pipa yang melingkar yang menempel pada sebuah perangkat smartphone seperti CPU. Pipa ini terdiri dari evaporator yang akan menyerap panas dari sumber panas dan pendingin yang mampu menghilang panas, dengan dua komponen dihubungkan pada pipa ke dalam lingkaran. Dari sana pipa akan memompa cairan sebagai pendingin. Sehingga panas yang ditimbulkan dari sumber panas akan menguap ke pendingin, dan energi yang masuk ke dalam pendingin akan menurunkan suhu. Hal ini didasarkan dari prinsip yang sama digunakan saat percikan air di trotoar untuk mengurangi panas.

Dengan teknologi ini maka komponen internal pada perangkat akan terhindar dari overheating yang menjadi masalah oleh sebagian vendor smartphone saat ini.
Fujitsu mengatakan bahwa teknologi yang direncanakan akan diimplementasikan pada tahun 2017 ini mengembangkannya dengan biaya yang murah untuk perangkat mobile. Dengan teknologi ini maka diharapkan tidak ada lagi masalah smartphone yang cepat panas seperti yang kita temui sekarang.

Tren Tukar Tambah: Jual BlackBerry, Beli Android


Selain berkutat seputar masalah harga, fenomena lain dalam transaksi hape pekan ini, yakni terkait persaingan antara Android dengan BlackBerry. Semenjak kehadiran produk Android, banyak pedagang yang memprediksi jika hape berbasis Android, bisa mengerogoti dominasi BlackBerry (BB), sebagai smartphone pilihan utama di Tanah Air. Prediksi banyak pedagang itu tidak jauh meleset.

Dominasi Android terhadap BlackBerry terus berlangsung hingga saat ini. Menariknya lagi, sekarang semakin banyak pengguna yang melakukan aksi tukar tambah BB dengan Android. Seperti yang dituturkan Ami pegawai Mega Celular, menurutnya dalam dua pekan terakhir cukup banyak konsumen melakukan aksi tuker tambah BB dengan Android.

“Kebanyakan yang ditukar adalah BB seri premium seperti tipe Dakota, Z10, serta Q10. Dana hasil menjualan BB itu, dijadikan modal untuk membeli Android, terutama di level menengah atas,” jelas pria yang mengelar dagangannya di kawasan Roxy Mas tersebut.

Fenomena tukar BB dengan Android juga terjadi di salah satu pusat belanja ponsel alternatif, yakni kawasan Pusat Grosir Cilitan. Menurut Zaki Pemilik Mulia Celular, aktivitas tersebut mulai marak sejak pergantian tahun, dan hingga saat ini masih cukup.

Sedikit berbeda dengan Roxy mas, di PGC kebanyakan BB yang ditukar tambah adalah seri kelas menengah. Seperti yang diungkapkan kembali oleh Zaki, kebanyakan BB yang ditukar oleh user adalah seri menengah diantaranya, Gemini, Davis, serta tipe Amstrong.

Di tempat yang sama, Alice pegawai Alia Celuluar, bercerita, aktivitas tukar tambah produk BB dengan produk Android, banyak didominasi kalangan anak muda. “BB yang ditukar kebanyakan tipe Gemini 3G, Davis, serta Amstrong. Sedangkan Android yang diincar kebanyakan produk global di rentang 1.5 juta ke bawah,” terangnya.

Bidik 7500 UKM, XL Incar 10 Miliar


Sebagai pelanggan selular, mungkin Anda pernah mendapat SMS blast mengenai suatu informasi yang kerap menghinggap ke ponsel ketika memasuki lokasi pusat perbelanjaan. Layanan dari operator itu biasanya dimanfaatkan oleh pelaku bisnis menengah untuk mempromosikan produknya. Di XL, layanan berupa SMS dan MMS itu dikelola oleh AdReach mobile advertising. Melalui program ‘UKM dalam Smartphone’ atau ‘SME Goes Mobile’, XL akan lebih serius menggarap pelaku usaha kecil menengah (UKM), dengan mengincar pendapatan Rp10 miliar di tahun 2015.

Target pendapatan itu diungkap Head of M-Advertising XL Axiata Herwinto Chandra Sutantyo di Lombok pada peresmian program ‘SME Goes Mobile’ di Desa Banyumulek, Lombok, Nusa Tenggara Barat (25/2/2015). Selama tahun 2014, tutur Herwinto, AdReach menyumbang pendapatan sebesar Rp3 miliar ke perusahaan. Menurutnya, pendapatan divisinya masih sangat kecil dan target tahun 2015 cukup realistis. Untuk itu, AdReach akan fokus kepada pengembangan UKM di nusantara, khususnya sektor industri kreatif dan pariwisata, yang langsung menyasar konsumen. Para UKM bisa memanfaatkan media digital dalam promosi produknya, mempromosikan ke pelanggan yang diinginkan di lokasi tertentu.

Diresmikan Agustus 2013, AdReach tercatat mampu menarik sekitar 2.588 UKM yang bergabung (per akhir 2014). Mayoritas, atau sekitar 55 persen’ UKM itu berasal dari wilayah timur. Tahun ini, Herwinto menargetkan bisa menggandeng 7500 UKM bisa bergabung dalam layanan XL.

AdReach XL menawarkan program ini dalam bentuk 3 paket, paket I seharga Rp500.000 ke 2.000 pelanggan, paket II seharga Rp1,5 juta kepada 6.250 pelanggan, dan paket III seharga Rp3 juta kepada 13.000 pelanggan.

Selain SMS dan MMS, pelanggan juga bisa memanfaatkan satu media penyampaian lagi, yang baru diluncurkan awal tahun 2015, yaitu melalui gambar berjalan di website. Cara pembayarannya juga kini lebih variatif. Selain melalui transfer antar bank, pelanggan bisa membayar melalui credit card, serta XL Tunai.

Carrier Billing Indosat di Play Store Layani 200 Ribu Transaksi


Jelang akhir tahun 2014 lalu Indosat menyediakan layanan potong pulsa (carrier billing) bagi pelanggannya yang ingin membeli aplikasi di Google Play Store.  Layanan ini dihadirkan untuk memfasilitasi pelanggan pengguna android yang enggan atau tidak mempunyai kartu kredit.

Sejak diluncurkan pertama kali hingga saat ini, menurut Adrian Prasanto, Division Head Corporate Communication Indosat, tercatat ada sekitar 200 ribu transaksi yang dilakukan oleh pelanggan Indosat dalam penggunaan layanan carrier billing ini.

“Aplikasi yang banyak dibeli pelanggan biasanya games dan in-app purchase,” ungkap Adrian. Lebih lanjut pria yang akrab dipanggil Pras ini menyampaikan bahwa hingga saat ini ada sekitar 100 ribu pelanggan Indosat yang sudah memanfaatkan layanan ini.

Layanan potong pulsa untuk membeli aplikasi di Google Play Store ini belakangan diikuti jejaknya oleh Telkomsel dengan menghadirkan layanan serupa.

Dibilang Bangkrut, Sony Klaim Jadi Nomor 2 di Indonesia


Sony sudah membantah dengan tegas jika vendor asal Jepang ini akan mundur dari bisnis ponsel. Bahkan untuk meyakinkan konsumen di Tanah Air, Sony baru saja merilis seri Xperia E4 di Indonesia.

Tidak cukup sampai di situ, Jason Smith, Head Market Sony Mobile Indonesia, juga kembali membantah jika Sony akan menghilang dari persaingan ponsel. ”Tidak ada niatan Sony untuk menjual apalagi mundur dari bisnis ponsel,” ucapnya.

Terkait kabar bahwa unit Xperia tak kunjung mendatangkan profit bagi Sony, Smith juga berkilah. Untuk Indonesia, ia mengklaim market share Xperia menduduki peringkat kedua terbesar. “Pasar Indonesia saat ini sangat stabil dan berkelanjutan. Indonesia sangat berarti bagi Sony,” kata dia.

Sejalan dengan itu, Manager Marketing Sony Mobile Indonesia Ika Paramita mengklaim penjualan Xperia terus meningkat. Bahkan, kehadiran smartphone murah yang berbasis Android One tak mempengaruhi penjualan Xperia.

“Kita selalu menyediakan smartphone yang menyasar semua kelas. Dari yang low-end sampai yang untuk kelas menengah atas. Makanya pengguna Xperia juga cakupannya luas. Adanya Android One tak memiliki pengaruh dalam penjualan perangkat kami,” Ika menjelaskan.

Ke depannya, kata Ika, Xperia bakal terus menelurkan produk-produk teranyar untuk menjawab kebutuhan semua lapisan masyarakat. “Kami akan terus mengembangkan pasar di Indonesia dengan strategi terukur,” pungkasnya.

CARI TAU Menjadi Gerbang Pelanggan Telkomsel Agar Lebih Melek Teknologi


Maraknya penggunaan smartphone di Indonesia ternyata tidak dibarengi dengan pertumbuhan pengguna layanan data. Pertumbuhan pengguna layanan data diketahui lebih rendah dari pertumbuhan smartphone.

Rendahnya pertumbuhan pengguna layanan data ini sebagian besar disebabkan karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan smartphone alias gaptek (gagap teknologi). Sehingga banyak masyarakat yang menggunakan smartphone tetapi hanya dipakai untuk layanan voice atau sms saja.

Untuk mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan smartphone ini Telkomsel menghadirkan mobile site CariTAU (www.mobi.telkomsel.com/caritau). Ririn Widaryani, VP Prepaid dan Broadband Marketing Telkomsel mengatakan bahwa mobile site tersebut ditujukan bagi pelanggan baru Telkomsel yang menggunakan smartphone. “Mobile site ini akan tersedia pushlink di smartphone, jadi begitu pelanggan menyalakan smartphone barunya akan diarahkan ke mobile site tersebut,” jelasnya.

Dalam mengjadirkan program CARITAU ini Telkomsel bekerjasama dengan 17 principle ponsel yang ada di Indonesia sebagai kelanjutan dari program Telkomsel Android United (TAU). Telkomsel juga menyediakan paket internet CARITAU sebesar Rp30 Ribu yang dibundling dengan pembelian smartphone.

Di mobile site CARITAU ini pelanggan Telkomsel akan mendapat informasi mengenai manfaat intermet, smartphone populer, video tutorial, pengaturan internet, aplikasi teratas serta paket internet Telkomsel.

25 Persen Pengguna Smartphone Masih Gaptek


Pertumbuhan pengguna Smartphone di Telkomsel tumbuh sebesar 60 persen tiap tahunnya. Tapi sayangnya pertumbuhan pengguna smartphone tersebut tisak dibarengi dengan pertumbuhan pengguna layanan data yang hanya tumbuh sebesar 30 persen saja.

Melihat fakta tersebut, Ririn Widaryani, VP Prepaid dan Broadband Marketing Telkomsel mengungkapkan bahwa pasti ada sesuatu yang salah. “Mungkin masyarakat masih gaptek (gagap teknologi -red) menggunakan smartphone”, jelasnya.

Lebih lanjut Ririn menyampaikan bahwa saat ini Telkomsel mempunyai 40 juta pelanggan yang terdeteksi menggunakan smartphone. Tetapi sayangnya dari jumlah tersebut sekitar 25 persen atau 10 juta pengguna ponsel pintar tersebut belum menggunakan layanan data.

Dari 40 juta pelanggan Telkomsel yang menggunakan smartphone, menurut Ririn 60 persennya merupakan pengguna Android, 4 persen merupakan pengguna iOS dan sisanya adalah pengguna Blackberry.

Ririn juga menyampaikan bahwa saat ini Telkomsel mempunyai 140 juta pelanggan prabayar dan ARPU penggunaan layanan data Telkomsel mencapai Rp40 Ribu.

Indosat Bagi-bagi Pulsa Gratis Setelah Isi Ulang


Untuk mengapresiasi pelanggannya, Indosat bagi-bagi pulsa gratis dalam promo “Hujan Pulsa”. Setiap pelanggan prabayar Indosat yang melakukan isi ulang pulsa bakal mendapat bonus pulsa hingga 100 persen.

“Kami berharap dengan adanya promo ini, pelanggan dapat merasakan mudahnya melakukan isi ulang pulsa sekaligus menikmati keuntungan langsung bonus nelpon, SMS dan internet dimanapun pelanggan berada,” ujar Andre Reinaldy H, Division Head IM3 Brand Segment Indosat.

Untuk mengikuti promo Hujan Pulsa ini menurut Andre, pelanggan Indosat baik pengguna Mentari maupun IM3 cukup melakukan satu kali registrasi. “Caranya kirim SMS dengan mengetik Gratis kirim ke 123 atau dengan tekan *123*1000# lalu pilih Hujan Pulsa,” jelasnya.

Setelah melakukan registrasi, pelanggan cukup melakukan isi ulang pulsa Rp 10.000 kemudian akan mendapatkan bonus pulsa sebesar 30% (Rp 3.000), dan untuk isi ulang Rp 25.000 maka pelanggan akan mendapatkan 50% (Rp 12.500). Bagi pelanggan yang isi ulang pulsa Rp 50.000 ke atas, akan mendapatkan bonus pulsa 100% (Rp 50.000 atau sesuai nilai isi ulang pulsa).

Bonus Pulsa yang diperoleh pelanggan dapat digunakan untuk Nelpon dan SMS ke Sesama Indosat serta Internetan sampai dengan 5 hari pada pukul 00.00 – 17.00. Untuk mengetahui bonus pulsa yang didapat, cukup tekan *555*3#.

Inilah Situs e-Commerce Favorit di Indonesia


Pertumbuhan e-commerce di Tanah Air memang merebak laksana jamur di musim hujan. Penetrasi smartphone yang kian meluas dan koneksi internet yang memadai menjadi pemicunya. Pemain jual beli online terus bermunculan dari ibu rumah tangga dengan modal pas-pasan jualan di media sosial, hingga yang disokong modal miliaran untuk memperkuat tajinya.

Berbagai penelitian menunjukkan tren belanja online yang kian meningkat. Pada minggu ketiga dan keempat Januari 2015, Selular.ID mengadakan polling untuk mengetahui apa situs e-commerce yang menjadi favorit konsumen. Ada delapan situs besar yang menjadi pilihan, selain memberikan ruang bagi pengunjung untuk memilih situs favoritnya di luar dari yang sudah disebutkan.

Hasilnya sesuai dengan prediksi, yaitu Lazada menjadi situs yang paling disukai. Sebanyak 36,45% memilih situs yang baru berdiri pada 2012 tersebut. Wajar saja, promosi mereka sangat gencar dengan memasang iklan digital hingga iklan di televisi. Di tingkat Asia Tenggara, secara total jaringan situs Lazada diakses tiga juta pengunjung tiap harinya. Dibanding para pesaing, Lazada juga menduduki posisi tertinggi di ranking Alexa Indonesia yaitu 12.

Setelah Lazada, posisi runner up diduduki oleh Tokopedia yang pada Oktober tahun lalu diguyur investasi Rp1,2 Triliun dari Softbank. Setelah itu, dilanjutkan posisi ketiga oleh Dinomarket. Posisi keempat ditempati dua pemain yaitu OLX dan Elevenia yang sama-sama mendapat porsi 8,41%. Kemudian Bhinneka, Blibli dan Blanja di urutan terakhir. Selain yang disebutkan di atas, ada beberapa situs belanja yang juga digemari pembeli yaitu Bukalapak, Sukamart, Bilna, Pink Emma, Zalora dan Forun Jual Beli Kaskus.

Facebook dan Xiaomi Masuki Layanan Uang Digital


Facebook dan Xiaomi meluncurkan layanan uang digital lewat aplikasi masing-masing. Xiaomi, yang kerap dijuluki "Apple-nya Cina", telah mengumumkan sistem deposit digital. Sistem Xiaomi ini dikabarkan mirip dengan sistem perbankan, yaitu perusahaan akan membayar bunga atas uang yang ditransfer pengguna ke rekening digitalnya.

Sedangkan sistem pembayaran Facebook, yang bisa digunakan beberapa bulan lagi, bekerja dengan berbasiskan pada aplikasi Messenger. Pada sistem Facebook, pengguna mengkoneksikan aplikasi Messenger ini dengan akun kartu debit. Ini akan memunculkan simbol dollar. Pengguna bisa mengirimkan sejumlah uang kepada pengguna aplikasi Messeger lainnya dengan mudah.

"Uang yang Anda kirimkan langsung terkirim saat itu juga," demikian pernyataan dari manajemen Facebook. Namun, untuk menggunakan uang ini, penerima harus menunggu satu hingga tiga hari, tergantung mekanisme bank yang digunakan.

Ini merupakan bisnis baru bagi Facebook, setelah merekrut President Paypal, layanan pembayaran digital, David Marcus, pada pertengahan bulan lalu. Ini membuat Facebook langsung berhadapan dengan layanan sejenis seperti Square dan Venmo, yang telah memiliki basis pengguna.

Sedangkan Xiaomi, merek ponsel lokal Cina yang paling besar, memasuki bisnis layanan pembayaran ini dengan metode yang agak berbeda.

Menurut Lin Bin, presiden Xiaomi, pengguna yang menyimpan uangnya pada dompet Xiaomi bakal mendapatkan imbalan bunga sekitar 3 persen. Xiaomi memang belum berencana mengembangkan layanan pembayaran digital seperti Apple Pay atau TenPay, yang cukup populer di Cina. "Membayar menggunakan ponsel dengan menggesekkannya belum jadi budaya saat ini," kata Lin.

Western Digital Rilis HDD 10 TB Hasil Kerjasama Dengan Toshiba


Western Digital Rilis HDD 10 TB Hasil Kerjasama Dengan Toshiba. Baru-baru ini, Western Digital meluncurkan sebuah produk HDD dengan kapasitas 10TB yang ditujukan untuk kelas enterprise.

Tetapi saat ini masyarakat umum bisa mendapatkan pilihan yang sedikit lebih kecil namun, di sisi lain tetap memiliki kapasitas yang besar.

Produk HDD terbaru ini merupakan produksi dari Toshiba yang memiliki kemampuan penyimpanan sebesar 6TB. HDD ini juga hadir dengan pilihan HDD eksternal maupun internal. Sehingga, para pengguna laptop juga dapat memakai HDD teranyar dari Toshiba ini. Dengan HDD yang memiliki kapasitas sangat besar ini, anda bisa menyimpan semua file penting ke dalamnya tanpa takut lagi kehabisan ruang penyimpanan.

Sesuai rencana, pihak Toshiba akan mulai menjual kedua produk HDD ini pada bulan Mei yang akan datang. Untuk harganya, HDD dengan kapasitas raksasa itu akan di tawarkan dengan harga sebesar 369 USD.

Untuk jenis eksternal akan dihadirkan dalam line up Canvio Desk, sedangkan untuk HDD internal akan hadir dalam variasi serial internal ATA 3. 0.

Potensial, Bisnis Digital di Indonesia Belum Optimal


Penetrasi adopsi perangkat mobile pintar sedang tumbuh pesat di Indonesia. Pertumbuhan tersebut mempengaruhi berbagai aktivitas penggunanya termasuk cara mengakses internet dan informasi yang ada di dalamnya.

Hal itu diungkap oleh Tommy Watimena, CEO PT Smart Tbk pada acara ID-CONNECT yang diselenggarakan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) bertema 'Uncovering Digital Marketing Trends in 2015'. Dalam paparannya Tommy mengungkapkan bahwa perangkat mobile dan segala aktivitas di dalamnya berpeluang besar menjadi pasar baru dalam bisnis digital.

"Potensi yang ada di mobile itu sangat besar sekali, dunia periklanan juga seharusnya melakukan penyesuaian pada kebiasaan penggunaan internet di smartphone," kata Tommy yang menjadi salah satu pembicara di ID-CONNECT.

Dirinya juga menjelaskan bagaimana dunia iklan bisa memanfaatkan berbagai fitur yang ada di industri mobile maupun telekomunikasi untuk bisa menyampaikan iklan secara lebih tepat sasaran dengan cara yang unik.

"Lewat perangkat mobile dan layananan telekomunikasi kita bisa tahu penggunanya umur berapa, kerjanya apa, hobinya apa, lokasinya dimana bahkan apa yang sedang dibutuhkannya lewat informasi yang biasa diakses lewat internet," jelasnya.

Meski kebiasaan pengguna internet di Indonesia mulai beralih ke perangkat mobile Tommy menyebutkan bahwa industri periklanan digital di Indonesia masih lebih berpatokan pada perangkat komputer meja.

"Tren penggunaan internet sudah mulai beralih ke perangkat mobile. Namun, di industri iklan digital sekarang ini patokannya masih desktop karena sebagian besar praktivi digital advertising merupakan generasi desktop yang belum paham betul konsep mobile," kata Tommy.

Lebih lanjut, Tommy berharap para pelaku industri digital di Indonesia bisa lebih cepat menyesuaikan diri kepada perubahan kebiasaan pengguna internet di Tanah Air. "Potensi yang ada di digital mobile bakalan segera meningkat pesat, kita harus segera menyesuaikan diri," tandasnya. Sumber

XL Perkuat Layanan Iklan “Mobile”


XL Axiata memperkuat layanan mobile advertising (M-Ads) dengan menjalin kemitraan dengan salah satu perusahaan penyedia platform advertising digital asal Amerika, yaitu Mobilewalla. Perusahaan ini menyediakan sebuah platform media buying dan analisis big-data yang akan mempermudah pengiklan.
Pengiklan dapat mengetahui lebih lanjut target konsumen yang dituju melalui analisis demografis, jenis kelamin, hingga pola kebiasaan serta minat dari konsumen yang dituju dari seluruh pengguna Internet baik di Indonesia maupun regional.

Wakil Direktur XL, Dian Siswarini, menjelaskan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen XL untuk dapat memberikan solusi dan kemudahan bagi para mitra pengiklan dalam memasarkan produknya secara lebih tepat sesuai dengan target pelanggannya melalui layanan mobile Ads.

“Kami juga berharap melalui kerja sama kemitraan ini juga akan semakin memperkuat posisi XL sebagai pionir dalam memberikan layanan “One Stop Shop” untuk Digital Advertising bagi mitra kerja dan pemegang merek di Indonesia,” ujar dia dalam siaran pers Jumat (20/2).

Dian menambahkan, seiring dengan perkembangan pangsa pasar Smartphone di Indonesia dan semakin beragamnya segementasi dari pengguna, menjadi peluang bagi kami untuk menggali lebih lanjut akan potensi bisnis layanan periklanan digital.

Melalui beragam penawaran dan solusi yang praktis dan tepat guna bagi pengiklan, kami dapat memberikan tidak hanya sinergi akan jenis media beriklan yang digunakan, namun juga target pasar yang memadai.

Mobilewalla merupakan penyedia platform yang memfasilitasi perencanaan dan pelaksanaan pemasangan iklan digital yang membantu pengiklan dalam menentukan target pasar dengan tepat sesuai dengan karakteristik masing-masing pasar. Dengan teknologi big data XL memungkinkan pengiklan untuk memilih target konsumen berdasarkan data demografis dan klasifikasi psikografis dari konsumen. Sumber

Promosi UKM Melalui Mobile Advertising Meningkat Pesat


Jumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang menggunakan jasa mobile advertising dalam mempromosikan produknya meningkat sangat pesat. Selain lebih murah, penggunaan mobile advertising juga dinilai lebih sederhana dan efektif.

Head of M-Advertising PT XL Axiata, Herwinto Chandra Sutantyo, mengatakan pertumbuhan UKM pengguna Mobile advertising di XL meningkat sampai 15 kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.

Pada tahun 2013 jumlah pelaku UKM yang menggunakan jasa mobile advertising mencapai 168 UKM. Jumlah tersebut meningkat pesat pada tahun 2014 hingga mencapai 2.588 UKM.

Herwinto mengatakan, pertumbuhan itu diperkirakan semakin tinggi pada tahun ini. Pada tahun 2015, XL menargetkan jumlah UKM pengguna mobile advertising tersebut mencapai 7500 UKM.

Mobile advertising tersebut sebagian besar diaplikasikan dalam bentuk SMS dan MMS.

"Sebagian besar ada di daerah Bali, Lombok dan Makasar. Pelaku UKM tersebut beragam mulai dari barang dan jasa," ujarnya saat media gathering XL di Lombok Barat, Rabu (25/2/2015).

Dia mengatakan, banyaknya pengguna mobile advertising tersebut disebabkan biayanya yang cukup murah. Untuk XL, paket biaya mobile advertising tersebut mulai dari Rp 500.000.

Selain itu, penggunaan proses pemasangan mobile advertising tersebut juga dinilai lebih sederhana dan cepat. "Jika sekarang ingin memasang, besok sudah bisa langsung dilaksanakan. Kalau dirasa kalimat yang kemarin kurang menarik, bisa langsung dirubah," ujarnya.

Sementara itu Bupati Lombok Barat Zaini Arony mengatakan pelaku UKM di wilayahnya banyak yang bergerak di bidang kerajinan dan pariwisata. Hal itu sesuai dengan visi Lombok Barat yang ingin meningkatkan jumlah kunjungan pariwisatanya terutama wisata bahari.

Pada 2014, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lombok Barat mencapai 347.000 orang dengan jumlah pemasukan 428 miliar per tahun.

"Kami ingin meningkatkan lama waktu menetap wisatawan di Lombok Barat dari rata-rata 2,8 hari menjadi 4 hari. Sementara di Bali, rata-rata lama wisatawan menetap sudah 6 hari," kata dia. Sumber

PT. XL Axiata Sapa Lombok dengan #LoveLombok


PT. XL Axiata Tbk, operator telekomunikasi nomor dua di Indonesiaxl kembali menyapa pelanggannya. Kali ini Lombok menjadi tujuan setelah sebelumnya menyambangi Bekasi melalui #LoveBekasi . #LoveLombok dipilih, jelas Hasnul Suhaimi, CEO PT. XL Axiata Tbk, karena Lombok merupakan pulau yang sangat penting bagi operator yang baru saja membeli Axis itu.

”Di Lombok, XL menempati posisi nomor satu, yakni 93 persen,’’ ujarnya di Jakarta, Rabu (25/2).
Karenanya, tak hanya memikirkan profit, pihaknya juga membantu mengembangkan ekonomi masyarakat Lombok melalui SME mobile. Disini, Usaha Kecil Menengah (UKM) Lombok dibina mulai dari pemasaran hingga distribusi. ”Salah satunya dengan memasarkannya di situs belanja Elevenia yang kami kelola,’’ kataYessy Yosetia, Acting Chief Digital Services Officer.

Kerjasama tersebut ditandai MoU yang di tandatangani Bupati Lombok Barat, Zaini Aroni. ”Terkait kerjasama ini juga membantu Lombok menghadapi MEA serta memajukan usaha kecil dan menengah,’’ Tulsa Zaini.

Terkait jaringan, XL menargetkan akses internet mencapai 5 mbps. Target tersebut di atas kertas bisa tercapai melalui program ’transformasi jaringan’ yang sekarang tengah digarap.Direktur Managemen sevice XL, Ongki Kurniawan, program tersebut memungkinkan terciptanya jaringan yang berkualitas. Saat ini, tuturnya, kecepatan akses data eata-rata mencapai 1,1 MBps.

”Kualitas itu nantinya tak hanya dirasakan pelanggan saat berada di dalam gedung, namun juga di area terbuka, termasuk di dalam rumah, pasar, atau pun jalan umum,” tandasnya.

Selain mampu meningkatkan kecepatan akses internet, lanjutnya, proyek ini juga mampu meningkatkan kualitas layanan voice, dan kecepatan pengiriman sms. Program ‘transformasi jaringan’ ini menyasar kota-kota di dalam, dan luar pulau Jawa. Kota-kota di pulau Jawa yang masuk prioritas untuk tahun ìni adalah Serang, Pandeglang, Semarang, Yogyakarta, dan Sidoarjo. Sedang kota besar di luar pulau Jawa yang jadi prioritas adalah Medan, Palembang, Makassar, Banjarmasin, dan Mataram. Sumber

XL Jalin Kemitraan Dengan Mobilewalla


PT XL Axiata Tbk ( XL ), operator terbesar kedua di Indonesia, berkomitmen untuk terus memperkuat layanan Mobile Advertising (M-Ads) agar dapat memberikan kemudahan dan solusi bagi pengiklan. Komitmen tersebut diwujudkan XL dengan menjalin kemitraan dengan Mobilewalla, salah satu perusahaan penyedia platform advertising digital asal Amerika.

Mobilewalla menyediakan sebuah platform media buying dan analisis big-data yang akan mempermudah pengiklan dalam mengetahui lebih lanjut akan target konsumen yang di tuju, melalui analisa demografis, jenis kelamin, hingga pola kebiasaan serta minat dari konsumen yang di tuju, dari seluruh pengguna Internet baik di Indonesia maupun regional.

Mobilewalla merupakan penyedia platform yang memfasilitasi perencanaan dan pelaksanaan pemasangan iklan digital yang membantu pengiklan dalam menentukan target pasar dengan tepat sesuai dengan karakteristik masing-masing pasar. Dengan teknologi big data XL memungkinkan pengiklan untuk memilih target konsumen berdasarkan data demografis dan klasifikasi psikografis dari konsumen.

Pertumbuhan anggaran periklanan digital melalui ponsel diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 82% sejak 2012-2016. Hingga akhir 2015 ini, XL menargetkan untuk menguasai 40% pangsa pasar melalui berbagai inovasi. Dengan adanya solusi layanan DSP ini, XL M-Ads dapat membantu pengiklan dan biro iklan juga untuk melakukan penempatan iklan lintas jaringan.

XL telah menyediakan tim Mobile Advertising di lima wilayah regional, yang meliputi Sumatra dan kepulauan, Jabodetabek dan Banten, Jabar-Jateng-DIY, Jatim – Bali dan Nusa Tenggara, serta Kalimantan-Sulawesi-dan Kawasan Timur Indonesia. Jenis produk yang banyak dipasarkan melalui layanan XL M-Ads di antaranya Interactive Messaging Ads, LBA self-service, Mobile Display Banners Ads, Instant eCommerce, Digital Signage, Radio Streaming Ads, Video Ads, Digital Rewards, dan sebagainya. Sumber

YouTube for Kids, Saluran Aman untuk Anak-anak


Para orangtua yang menjadikan YouTube sebagai sarana hiburan dan belajar untuk anak-anak kini akan semakin merasa aman dan nyaman. Sebab, Google baru saja merilis aplikasi YouTube for Kids.

Aplikasi untuk Android dan iOS memang layanan terpisah dari YouTube biasanya. Artinya, para orangtua harus terlebih dahulu mengunduhnya lagi dari Google Play Store dan App Store.

Karena diperuntukkan untuk anak-anak, sudah pasti segala tampilan dan kontennya disesuaikan dengan umur mereka. Malahan tak itu saja, para orangtua pun tak perlu merasa khawatir para bocah ini menonton video di YouTube terlalu lama.

Pasalnya, YouTube paham betul apa yang dimaui oleh anak-anak dan orangtua. Sehingga jalan tengah menjadi pilihan terbaik bagi YouTube for Kids ini. CNN Indonesia sudah menjajalnya di iPhone 5S, dan berikut hasil uji aplikasinya.

Antarmuka

Untuk mendapatkan aplikasi YouTube for Kids ini tak membutuhkan ruang memori yang tak terlalu besar, hanya 45 MB saja. Untuk membedakan dengan aplikasi YouTube biasa, maka ada logo gambar televisi tersenyum untuk aplikasi YouTube for Kids ini.

Setelah menginstal, pengguna akan disuguhi dengan latar belakang musik yang ceria khas anak-anak. Misalnya, Anda tidak suka, pengguna bisa saja menghilangkannya di bagian pengaturan.

Saat pertama kali masuk ke YouTube for Kids, tidak ada antarmuka yang ribet, semuanya serba simpel dan tentu saja anak-anak dijamin tidak akan bingung dibuatnya.

Di bagian tengah terdapat video yang sudah diunggah ke paltform ini. Untuk bisa melihat video lainnya, cukup menyapunya ke kanan dan ke kiri saja.

YouTube for Kids menyediakan beberapa alternatif pilihan yang terletak di bagian atas. Diantaranya adalah channel 'Show', 'Music', 'Learning' dan 'Explore'. Setiap mengganti pilihan ada nada yang menyenangkan.

Kontennya pun sudah pasti diisi oleh video untuk anak-anak, sebut saja Thomas & Friends, Sesame Street dan Pocoyo. Namun tampaknya, YouTube belum menyediakan fitur untuk mengunggah video sendiri, artinya konten yang ditampilkan adalah hasil pilihan dari penyedia layanan.

Fitur

Satu lagi yang membuat YouTube for Kids ini berbeda. Ada sejumlah settingan yang bisa diatur oleh orangtua. Untuk bisa masuk ke fitur ini pun, terdapat PIN berbeda-beda yang harus dimasukkan.

Salah satu paling menarik adalah fitur Timer. Sesuai namanya, pengguna bisa mengatur waktu kapan tayangan video di YouTube ini selesai. Sehingga, kendati tak dalam pengawasan orangtua, anak-anak bisa dibatasi sampai kapan menyaksikan YouTube.

Di bagian pengaturan juga terdapat pengontrolan konten, cukup mematikan bagian 'search' maka video yang ditampilkan di home akan dibatas, termasuk ketika mencari di bagian 'search'.

Secara keseluruhan ini adalah aplikasi yang ditunggu-tunggu oleh para orangtua yang ingin anaknya tetap bisa menonton YouTube tanpa berlebihan dan tetap aman. Sumber

XL Digitalkan Nelayan dengan Aplikasi Android mFish


Operator XL Axiata meluncurkan aplikasi mFish yang berguna memberikan informasi tentang laut dan ikan pada nelayan. Informasi di dalam aplikasi Android tersebut antara lain mencakup informasi cuaca, keberadaan plankton, harga ikan, dan ketinggian ombak.

Nelayan yang menggunakan aplikasi ini juga bisa melaporkan informasi mengenai dugaan atau tindakan pencurian ikan dan penangkapan dengan cara ilegal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Deputy Chief Executive Officer XL Axiata mengungkapkan, ada dua alasan yang membuat operator telekomunikasi itu mengembangkan aplikasi ini. Pertama sebagai sinergi dengan program pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Alasan kedua adalah membuat masyarakat memanfaatkan alat-alat digital untuk membuka akses informasi yang mereka butuhkan.

"Dengan mFish ini, XL tidak hanya menyediakan jaringan saja tapi memberikan reason to use internet. Kami ingin mendigitalkan masyarakat Indonesia," ujarnya dalam peluncuran mFish di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (26/2/2015).

Act. Chief Digital Service Officer  XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan ada 18.000 paket mFish yang disiapkan untuk Lombok. "Selanjutnya akan disiapkan juga untuk Kendari, Tegal, Karimun Jawa. Totalnya 50.000 unit."

Paket mFish tersebut berisi ponsel Android yang terpasang aplikasi tersebut, koneksi ke internet, solar charger juga buku panduan pengguna. Selain diluncurkan hari ini, XL juga berniat memamerkannya di ajang Mobile World Congress 2015 di Barcelona.

Pengguna Internet di Dunia Mencapai 3 Miliar


Laju pertumbuhan pengguna internet melambat selama empat tahun berturut-turut sejak 2010. Pada tahun 2010, pertumbuhan pengguna internet melaju 14,7 persen, tetapi terus melambat hingga ke 6,6 persen tahun lalu.

Demikian menurut survei yang dilakukan oleh internet.org dan disponsori oleh Facebook.

Tahun ini, pengguna internet diperkirakan mencapai 3 miliar orang dari 7 miliar populasi dunia saat ini. Pada tahun 2019, ditargetkan jumlah pengguna internet mencapai 4 miliar. Tetapi, dengan pertumbuhan yang melambat, nampaknya target tersebut akan sulit dicapai.

Meski demikian, masih ada harapan untuk mencapai target tersebut. Survei internet.org mengatakan 90 persen populasi dunia hidup dalam jangkauan jaringan telekomunikasi mobile. Selain itu, 80 persen populasi dunia juga disebut mampu membayar internet.

"Mobile adalah masa depan internet," tulis Facebook dalam laporan internet.org. "Dalam 10 tahun terakhir, jumlah pengguna mobile internet melebihi jumlah pengguna fixed line."

Tingkat pengguna internet di negara maju mencapai 78 persen sementara di negara berkembang hanya 32 persen. Amerika Serikat dan Jerman memiliki tingkat adopsi hingga 84 persen, sementara Ethiopia dan Myanmar hanya di bawah 2 persen.

Facebook dalam pernyataanya mengatakan bahwa tiga hambatan utama tingkat adopsi internet adalah infrastruktur, keterjangkauan harga, dan konten internet yang tidak relevan (sesuai dengan bahasa mereka). Sumber